Database System - Dasar dalam Mempelajari Database System

Pengertian
Database merupakan sekumpulan data yang disimpan di suatu perangkat yang dapat diolah dan dimanipulasi menggunakan perangkat lunak agar menghasilkan informasi yang dibutuhkan.

Istilah Penting
Sebelum mengenal lebih dalam tentang database, ada baiknya kita mengenali dulu istilah-istilah dari database.
  • Schema
    Sederhananya, schema adalah sekumpulan tabel dalam sebuah database.
    Schema juga bisa disebut sebagai struktur yang menggambarkan logika untuk tampilan database, menggambarkan bagaimana data disusun dan bagaimana hubungan antar-data. Schema dibagi menjadi dua, yaitu:
    • Physical schema : menggambarkan bagaimana data itu disimpan di dalam database dalam bentuk fisiknya
    • Logical schema : menggambarkan logika-logika untuk memberikan batasan saat menampilkan data-data yang ingin ditampilkan kepada user
  • Tuple
    • Satu baris dari sebuah relasi database, meliputi satu record dari sebuah relasi.
  • Attribute
    • Satu kolom dari sebuah relasi database. Biasa disebut juga sebagai entity.
  • Relation
    • Sekumpulan tuple sehingga membentuk sebuah table
  • Cardinality
    • Jumlah tuple (baris) dalam suatu relasi
  • Degree
    • Jumlah attribute (kolom) dalam suatu relasi
Arsitektur 3-tier
Dalam database juga terdapat arsitektur, yang disebut dengan arsitektur 3-tier yang membagi komponennya ke dalam tiga bagian, yaitu:
  • Database (Data) Tier
    Tingkatan ini mengatur tentang data-data nya secara langsung, termasuk pengelolaan data dalam suatu database
  • Application (Middle) Tier
    Tingkatan ini mengatur tentang aplikasi yang mengakses database, logika-logika untuk menampilkan data kepada user. Tingkatan ini sebagai penghubung antara user dengan database
  • User (Presentation) Tier
    Tingkatan ini berkaitan seluruhnya kepada user, dimana user tidak mengetahui apa yang ada di dalam database. User hanya bisa melihat tampilan data yang telah diatur pada application tier

Arsitektur 3-tier biasa dipakai di perusahaan-perusahaan besar, karena terdapat beberapa keuntungan yang dapat memudahkan dalam mengimplementasikan database.
Keuntungan menggunakan arsitektur ini antara lain apabila terjadi perubahan di salah satu tingkatan, maka tidak berpengaruh ke lapisan lainnya. Hal ini juga memudahkan setiap orang untuk mengerjakan bagiannya sendiri-sendiri tanpa mengganggu lapisan lainnya. Selain itu juga arsitektur ini mudah untuk di maintain, serta dapat beradaptasi dengan perkembangan teknologi

Sistem di dalam Database
Database memiliki dua sistem yang berbeda, yaitu berbasis file (file based) dan berbasis data (database). Dimana  sekarang file based approach sudah ditinggalkan karena terlalu jadul untuk digunakan pada sistem yang besar.
Cara pembuatan sistem menggunakan File Based Appoach adalah dengan mengatur datanya secara terpisah, sehingga data tersebut sulit untuk di sharing dan dilakukan update oleh program lainnya, sedangkan pembuatan Database Management System dilakukan dengan menghubungkan semua data yang dapat dihubungkan, sehingga lebih efisien dan lebih mudah untuk dilakukan update ataupun di sharing ke program lainnya

Transaction Processing Monitor (TPM)
TPM secara sederhana adalah sebuah program untuk memantau transaksi dari satu stage ke stage berikutnya, memastikan setiap stage selesai dengan sukses. Jika gagal atau terjadi error, maka TPM ini akan mengatasinya. Fungsi utama dari TPM adalah untuk berbagi data dan memastikan data tersebut dapat digunakan sebaik mungkin oleh aplikasi.
Keuntungan menggunakan TPM pada OLTP adalah sebagai berikut:
  1. Setiap transaksi dapat dilacak
  2. Bisa mengelola setiap transaksi dengan baik
  3. Bisa mentransfer data
  4. Beban didistribusikan agar seimbang
  5. Meningkatkan kehandalan OLTP itu sendiri.
Service yang Terkait dengan Database
Database as a Service (DBaaS) merupakan layanan komputasi berbasis cloud (cloud computing) yang menyediakan beberapa bentuk akses  ke database tanpa harus menyediakan perangkat keras fisik (seperti server), mengisntal software, ataupun mengatur konfigurasi software. Jadi, user tidak perlu repot mengurusi masalah pemeliharaan database, karena semua itu sudah diurusi oleh pihak penyedia layanan. Hal yang dapat dilakukan user adalah menggunakan database itu sendiri. Contoh DBaaS antara lain Amazone Web Services.
Berbeda dengan DBaaS, Data as a Service (DaaS) merupakan layanan cloud computing yang menyediakan data yang bisa diakses untuk kebutuhan user. DaaS dapat mengurangi redundansi dan menekan biaya karena setiap data penting hanya di simpan di satu lokasi. Contohn DaaS adalah Urban Mapping yang menyediakan layanan berupa data geografis

Profesi di dalam Sistem Database
  • Data Administrator (DA)
    Bertugas untuk pengelolaan data termasuk perencaan, pengembangan, dan pemeliharaan database agar tetap sesuai dengan standar, kebijakan, prosedur, dan rancangan konseptual database
  • Database Administrator (DBA)
    Bertugas untuk merealisasikan bentuk fisik dari database, termasuk rancangan dan implementasinya, keamanan dan kontrol terhadap integritas, pemeliharaan system operasional, dan memastikan kinerja aplikasi sudah bekerja sebagaimana mestinya
  • Logical Database Designer
    Bertugas untuk     mengidentifikasi data (entity dan atribut), hubungan antar-data, dan batasan pada data yang akan ditampung di database
  • Physical Database Designer
    Bertugas unutk menerjemahkan rancangan data yang ada ke dalam bahasa database. Untuk melakukan itu, dibutuhkan:
    • Pemetaan rancangan database ke dalam tabel
    • Memilih struktur tempat penyimpanan secara spesifik
    • Merancang tingkat keamanan yang dibutuhkan oleh data



Referensi
https://www.tutorialspoint.com/dbms/dbms_architecture.htm

Comments